RSS

BERITA LAB SISTEM

Mahasiswa FTIP Unpad Hasilkan 4 Karya Inovatif Berbasis Agribisnis

disalin dari: www.unpad.ac.id

[Unpad.ac.id, 24/06/2012] Sebagai kampus berbasis teknologi, Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad berupaya untuk menghasilkan teknologi-teknologi baru, khususnya pada bidang agribisnis. Apabila tidak menghasilkan teknologi yang terintegrasi, maka FTIP Unpad hanya memberikan teori-teori saja dalam hal akademiknya.

Mahasiswa FTIP Unpad sedang mempresentasikan karya mereka (Foto: Arief Maulana)*

Hal itulah yang disampaikan Bambang Nurhadi, S.TP., M.Sc., Pembantu Dekan III FTIP Unpad dalam pembukaan Seminar yang bertajuk “ Masa Depan Pengembangan Produk Agroindustri di Indonesia”, Sabtu (23/06) di ruang Amphitheatre Gedung Baru FTIP Kampus Unpad Jatinangor. Selain seminar, acara ini juga menggelar peluncuran dan pameran 4 produk berbasis agribisnis karya mahasiswa FTIP Unpad.

Berawal dari mata kuliah Desain Produk dan Manajemen Proyek Teknik yang berbasis kewirausahaan, dihasilkan 4 produk inovatif yang telah dirancang oleh kelompok mahasiswa FTIP Unpad. Keempat produk tersebut terdiri atas produk pangan, yakni Beras Rendah Kalori “Lumbung Sehat” dan konsep pengembangan produk agroindustri dalam bentuk sosial media yang bertajuk “Rumah Cemilan Online”, serta produk NonPangan, yakni “TamagoVit”, suplemen yang dihasilkan dari limbah putih telur, dan alat pertanian multichopper yang bertajuk “Sphiita Chopper”. Masing-masing kelompok mempresentasikan produk inovatifnya di hadapan dosen dan peserta.

Ketika ditemui sebelum acara, Dr. Dwi Purnomo, dosen FTIP yang juga menjadi pembimbing kelompok, 4 produk ini merupakan kemajuan dari tahun sebelumnya. Menurutnya, pada tahun lalu hanya meluncurkan 2 kategori produk saja. Perkembangan ini disebabkan semakin banyaknya animo mahasiswa untuk mengambil 2 mata kuliah tersebut.

“Apabila difasilitasi dengan baik, mahasiswa akan mampu menghasilkan produk-produk yang inovatif, dan ditambah dengan ide-ide yang orisinal, idealis, tanpa terdistorsi apa pun. Hal inilah yang perlu dikembangkan,” ungkap Dwi.

Sementara itu, seminar ini menampilkan pembicara Dr. Ferry Sofwan Arif (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar), Andang Setiadi (Bussiness Development“Food Review”) dan Iwan Setiawan, Ir., M.S., (dosen Unpad) ini, masing-masing pembicara menekankan pentingkan pentingnya kreativitas dalam suatu proses penemuan produk. Menurut Ferry, penduduk Jabar berjumlah 44 juta jiwa. Seharusnya, jumlah tersebut sangat ideal untuk produk agribisnis. Ditambahkan lagi, industri pangan tidak akan pernah habis untuk dieksplorasi.

“Ide kreatif itu merupakan gabungan antara keinginan individu dengan kebutuhan pasar, sehingga akan tercipta produk inovatif yang berguna bagi masyarakat,” tegasnya.

Andang pun berpendapat sama, ide kreatif dalam bidang agroindustri harus ditekankan pada beberapa hal. Beberapa diantaranya adalah go organic, enak dan nikmat, menyehatkan, dan mudah diperoleh. Apabila suatu produk memiliki kualifikasi tersebut, maka Andang yakin bahwa produk tersebut akan benar-benar berguna bagi masyarakat.

Pembicara terakhir, Iwan Setiawan berpendapat bahwa kreatif adalah memikirkan sesuatu yang tidak dipikirkan orang lain. Penulis buku “Agribisnis Kreatif” ini juga menekankan bahwa potensi produk agribisnis haruslah dipadu dengan kelimuan lain, seperti seni, budaya, arsitektur, periklanan dan ilmu lainnya agar tercipta suatu produk agribisnis kreatif yang benar-benar terintegrasi.

“Mahasiswa adalah generasi yang kreatif, namun biasanya kreativitas itu terkendala dengan masalah promosi. Oleh karena itu, haruslah dipadukan dengan manajemen periklanan yang baik,” jelasnya.

Terkait dengan presentasi produk, Pembantu Dekan I FTIP Unpad, Ir. H. Totok Pujianto, M.T., keempat produk ini diharapkan dapat membantu mengembangakan dan meningkatkan Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah (UMKM) dengan merangkul mereka untuk menciptakan suatu produk yang terintegrasi.

“Selamat berkreasi dan berkarya lagi untuk para mahasiswa FTIP lainnya, semoga ini menjadi inspirasi bagi angkatan-angkatan selanjutnya,” tutup Totok. *

Laporan oleh: Arief Maulana |  |  | eh*

FTIP Unpad Product Launching  2012

SEMAR BERDASI

Leaflet untuk didownload : semarberdasi

Proposal PKM GT TMIP dan TIP yang Diajukan ke Dikti

Kepada Para Mahasiswa TMIP dan TIP

Berikut disampaikan nama-nama ketua kelompok yang Proposal PKM-GT, proposal ini merupakan proposal dari hasil tugas besar mata kuliah Ekonomi Teknik dan Riset Operasi. Untuk  nama-nama kelompok yang disebutkan diharapkan segera menghubungi PD III dan Dwi Purnomo di Lab Sistem

Judul-judul PKM GT dapat diunduh disini : Judul-Judul PKM GT TMIP TIP

Proposal perlu diperbaiki sedikit lagi untuk dilengkapi kelengkapanya sesuai dengan prosedur kelengkapannya yang dapay dibuka di url Dikti ini, dan kemudian segera menghubungi PD III.

Terimakasih, selamat berjuang!

Mahasiswa FTIP Unpad Luncurkan Dua Perusahaan, Instore dan RumahCemilan.com

Oleh : Hera Khaerani  www.Unpad.ac.id,  23/05/2011

Mahasiswa angkatan 2008 Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Pertanian (TMIP) Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad, Senin (23/05) ini meluncurkan dua perusahaan baru yang didasari oleh mata kuliah Desain Produk di jurusan mereka. Kedua perusahaan tersebut adalah Instore (Innovations to Revolutions) dan rumahcemilan.com.

Egi Madyagi saat mempresentasikan konsep RumahCemilan.com (Foto: Hera Khaerani)*

Dalam pre-event yang berlangsung pagi tadi di Bale Santika Unpad Jatinangor, disajikan pemaparan yang menyeluruh tentang segala aspek terkait Instore dan RumanCemilan.com. Instore sendiri merupakan perusahaan yang menawarkan inovasi panganan rendang yang dikemas dengan teknologi sterilisasi dan juga vacum dryer. Merk dagang yang digunakan produk rendang ini adalahOdangOding. Sementara itu, RumahCemilan.com merupakan bisnisonline yang menjual berbagai produk cemilan dari Jabar yang diproduksi usaha kecil dan menengah.

Egi Madyagi yang memaparkan penjelasan tentang rumahcemilan.com mengatakan bahwa hadirnya situs belanja tersebut diharapkan dapat membantu UKM yang selama ini masih terkendala pemasaran, pengemasan, dan sebagainya. “Kenapa online, itu karena mediaonline menawarkan pasar yang sangat luas,” jelas Egi tentang keuntungan memasarkan produk lewat media online.

Menambahkan apa yang dipaparkan Egi, Dwi Purnomo, STP., MT. salah seorang tenaga pengajar mata kuliah desain produk di FTIP pun menyatakan bahwa penggunaan mediaonline menjadi jawaban atas persoalan mahalnya biaya pemasaran produk. “Dengan mediaonline, kita bisa bekerja hanya bermodalkan seratus ribu rupiah per tahun,” sebutnya. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa penggunaan media ini juga menjadi solusi dari banyaknya usaha mahasiswa yang kemudian harus tutup setelah lulus dan pindah ke luar kota.

Kendati biaya pemasaran bisa ditekan dengan pemanfaatan media online, Dwi mengingatkan bahwa pembangunan jaringan adalah kunci dari berhasilnya bisnis semacam ini. “Jaringan itu lah yang mahal dan di situlah letak pentingnya ada acara semacam ini di mana mahasiswa bisa bertemu langsung dengan para pengusaha, komunitas, juga pihak pemerintahan,” katanya.

Hadir dalam kesempatan kali itu selain Dwi Purnomo, adalah Pembantu Dekan I FTIP Unpad, H. Totok Pujianto Ir.,MT., Aa Syafrudin Hasan, Sekjen Asosiasi Industri Kecil Makanan Minuman (AIKMA) Jawa Barat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Ferry Sofyan, serta Toto Muhammad, Kepala Biro Bina Produksi Sekretaris Daerah Jabar. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam Seminar “Memanfaatkan dan Potensi BisnisOnline Sebagai Strategi Pemasaran Bagi Produk UMKM dan Makanan Tradisional” hari itu.

Dalam sambutannya, Totok sempat menyampaikan harapakannya agar melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa bisa belajar hal-hal yang mungkin tidak dipelajari di bangku kuliah. Selain diberi keleluasaan untuk berkreasi, ia percaya nantinya mereka akan menemukan berbagai persoalan yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa, sambil mereka membantu para pengusaha industri kecil dan menengah.

Setelah seminar tersebut, acara Logic (Launching of Agriculture Industrial Company)bertema Make Your Life Full Colour With Food” ini pun dilanjutkan dengan acara utama peluncuran Logic di GOR Pakuan Unpad Jatinangor. Acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai hiburan musik perkusi dan akustik, serta kontes komunitas di Unpad.

Ditemui sebelum seminar berlangsung, Ega Yudistira moderator seminar yang juga bagian HRD rumahcemilan.com mengungkapkan bahwa target mereka saat ini adalah untuk mencapai penjualan sebanyak tiga ratus produk per bulan, dengan jumlah kunjungan situs minimal seratus orang. Berbagai kerja sama dengan perusahaan jasa pengiriman dan perbankan juga sedang diupayakan untuk memudahkan layanan pesan antar baik di dalam kota maupun luar kota.

Saat ini terdapat tak kurang dari 26 produk makanan dan minuman khas Jabar yang dipasarkan melalui situs belanja tersebut, berkat kerja sama dengan AIKMA Jabar. Nantinya tentu saja variasi produk yang dijajakan akan semakin bertambah. Bila Anda tertarik untuk mengetahui produk-produk yang ditawarkan atau bahkan mulai memesan, silakan kunjungiwww.rumahcemilan.com. Kunjungi pula www.instore-corp.com untuk mengetahui lebih lanjut tentang rendang sapi Odang Oding. (eh)*

FTIP Unpad Bantu Industri Pengolahan Buah Membuka Pasar

2 November 2010

Laporan oleh: Hera Khaerani http://www.unpad.ac.id/archives/36705

[Unpad.ac.id, 2/11] Sebanyak 50 orang pengusaha pengolahan buah yang berasal dari daerah Cianjur, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, mengikuti kegiatan pelatihan pemasaran melalui media online yang digelar di Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad hari ini. Mereka tergabung dalam Masyarakat Klaster Industri Buah (Masterbu) yang dibentuk berkat kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat.

Jangan bayangkan dalam pelatihan ini mereka sudah dilibatkan dalam hal-hal teknis pemanfaatan internet untuk pemasaran karena banyak di antara mereka yang bahkan baru mengenal internet. Herni Suherni adalah salah satunya, ia merupakan pengusaha asal Indramayu yang baru hari ini belajar menggunakan teknologi surat elektronik (e-mail) dan blog. Herni yang ditemui usai pelatihan mengaku sangat senang.

“Saya baru kali ini memanfaatkan internet, tadi diajarkan menggunakan e-mail,” tuturnya.

Ia mengaku sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan karena kelompok Wanita Tani di tempatnya berasal, terlihat tidak bisa maju. Herni menjelaskan bahwa kelompok tersebut terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang memproduksi berbagai produk seperi keripik pisang, manisan mangga, dodol mangga, dan seterusnya.

Wanita Tani sulit berkembang karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengemasan juga pemasaran. “Saya senang bergabung dengan Masterbu karena melalui ini bisa bekerja sama dengan Unpad dan mengenal dosen-dosennya dari pelatihan ini,” katanya bersemangat.

Ditanya tentang kendala para anggota Masterbu yang sebagian besar baru mengenal internet, Dwi Purnomo, Stp. Mt. Selaku fasilitator pelatihan tersebut mengatakan, “Itu adalah tantangan untuk membuka pintu pemasaran yang lebih luas lagi, bukan kendala.”

Dwi menjelaskan bahwa dua hari pelatihan kali ini hanyalah permulaan. Selanjutnya akan dilakukan pelatihan serupa setiap sebulan sekali dan dievaluasi setiap dua bulan di tingkat wilayah. Tujuannya tentu saja untuk membuat jejaring dalam sebuah web. FTIP akan membantu mengelola jaringan tersebut, untuk kemudian diperkenalkan kepada pasar.

“Karena kalau mereka lakukan sendiri memang sulit,” tambah Dwi. Di antara para anggota Masterbu sendiri sudah ada tiga orang yang sudah memulai memanfaatkan media online untuk pemasaran. Mereka telah membuktikan bahwa peluang pasarnya sangat besar bila memanfaatkan media online. “Ini tepat waktu, karena semua orang sudah sangat antusias,” pungkas Dwi. (eh)*

Unpad Turut Dukung Pengembangan Klaster Buah di Jabar

2 November 2010

Laporan oleh: Hera Khaerani  http://www.unpad.ac.id/archives/36696

[Unpad.ac.id, 2/11] Beberapa tahun silam, dikeluarkan Perpres nomor 28 tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional. Di dalamnya disebutkan tentang prioritas pengembangan dan pertumbuhan empat belas klaster industri, termasuk industri pengolahan buah. Senin (1/11) kemarin, para pengusaha pengolahan buah yang tergabung dalam klaster di Jawa Barat, mengikuti acara Pemanduan dan Koordinasi Akses Kualitas Produk Industri Pengolahan Buah dan Informasi Pasar di Ruang Borneo, Puri Khatulistiwa Jatinangor.

Para narasumber dalam seminar dan pelatihan yang diselenggarakan Masyarakat Klaster Industri Buah (Masterbu) di Jatinangor. (Foto: Hera Khaerani)

Acara tersebut terselenggara berkat kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk di dalamnya adalah kerja sama dengan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Para peserta seminar dan pelatihan yang seluruhnya merupakan anggota dari Masterbu (Masyarakat Klaster Industri Buah), mendapat pengetahuan tentang klaster, hal-hal yang mempengaruhi konsumen untuk membeli produk, pengemasan, dan pemasaran, dst. Mereka juga diberi gambaran tentang pola klaster yang diterapkan di wilayah, bahkan negara lain.

Masterbu itu sendiri merupakan klaster industri buah di Jabar yang diresmikan pada 24 Agustus 2010 lalu. “ Wadah ini sangat penting karena tujuan dan cita-cita sebuah organisasi tidak mungkin bisa tercapai secara optimal bila organisasi tersebut tidak memiliki wadah,” ungkap Ketua Masterbu, Ir. H. Sholeh BH. Kurdi.

Sholeh menyatakan harapannya agar Masterbu Jabar dapat menjadi media untuk saling berinteraksi, berkolaborasi, saling bekerjasama dan berpartisipasi aktif baik sesama para anggota Masterbu, dengan pembimbing, perguruan tinggi, dinas-dinas terkait, serta pihak swasta yang diharapkan bisa melakukan kerjasama yang saling menguntungkan.

Para anggota Masterbu yang terkumpul mengungkapkan berbagai persoalan yang klaster tersebut hadapi saat ini, di antaranya adalah manajemen produksi dan jaringan pemasaran yang masih lemah, peran dan fungsi kelembagaan pelaku klaster buah belum optimal, dan belum adanya kesadaran yang sungguh-sungguh untuk membangun secara kebersamaan demi pengingkatan kinerja organisasi. Berbagai persoalan yang dilontarkan pun dikaji oleh para ahli yang didatangkan dari Unpad dan perguruan tinggi lain.

“Saya mengharapkan  adanya dukungan dan perubahan pola pikir, dari individualistis menuju pola pikir kebersamaan sesuai dengan hasrat dan bidang usaha masing-masing anggota  yang tentunya tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan dari semua pihak, baik tenaga ahli, dinas-dinas terkait, perguruan tinggi dan stake holder,” sebut Sholeh.

Kabid Industri Agro Disperindag Jabar,Antje Sumartini, yang hadir pada kesempatan kala itu menyampaikan kekhawatirannya, “Yang ada dalam klaster ini harus mengerti apa itu klaster.” Hal tersebut disampaikannya menyusul indikasi ketergantungan yang ditunjukkan para anggota klaster pada pemerintah dan pihak-pihak lain terkait, padahal esensi dari pembentukan klaster adalah mempersiapkan kemandirian kelompok usaha kecil dan menengah.

Menambahkan pernyataan Antje, Dr. M. Nurmah Helmi yang turut menjadi pembicara hari itu menjelaskan bahwa pentingnya klaster adalah kemampuannya untuk mengoptimalisasi kemampuan pasar. “Kita memiliki pasar yang besar, sayangnya pemasok masih tercerai berai,” tuturnya.

Dengan adanya klaster, diharapkan akan terbentuk mobilisasi dan kolaborasi dalam pemenuhan permintaan pasar. Para anggota dalam klaster pun kemudian bisa secara intensif berbagi pengetahuan dengan sesama pengusaha dan para ahli yang difasilitasi oleh pemerintah juga perguruan tinggi.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari sejak 1 hingga 2 November 2010. Selasa ini (2/11) para peserta akan melanjutkan kegiatan pelatihan pemasaran melalui media massa online di FTIP Unpad. (eh)*

LAUNCHING KRIB’S


KRIB’S merupakan sebuah produk hasil keluaran mahasiswa TMIP 07-06. Produk ini merupakan makanan olahan dari buah sayur, yang untuk produk pertamanya menggunakan olahan melinjo, ketring dan emping. Kedua bahan pokok itu didapat dari Neng Hery.

Ketring dan emping melinjo merupakan makanan yang ada sudah lama. Namun orang lain banyak yang belum mengenalnya, sehingga inilah peluang kami. Dengan mengambil bahan baku dari Neng Hery, kami dapat menjamin keamanan dari produk. Dengan kemasan yang lebih menarik, menjadikan kedua makanan itu tampak bagus dengan tetap menjaga kualitas makanan yang tersimpan di dalamnya. Juga dalam ukuran yang mudah dibawa.

KRIB’S diluncurkan sebagai salah satu pangan alternatif yang aman dan enak. Tidak perlu terlalu khawatir dengan mengkonsumsi emping karena ada ketring (kulit melinjo) yang merupakan penawarnya. Dan untuk produk pertamanya, KRIB’S cukup sukses untuk penjualan pertama dilihat cukup banyak orang yang tertarik untuk mencoba dan memang rasanya unik dan enak. Untuk kedepannya KRIB’S akan mencoba mengeluarkan produk olahan sayur dan buah yang lainnya sehingga dapat menjadi makanan alternative untuk cemilan sehari-hari.

Untuk meningkatkan ketertarikan dan nilai jual KRIB’S disajikan dalam kemasan yang menarik. Dengan label yang dominan warna hitam dan bungkus plastic yang dibiarkan memperlihatkan isi produk. Kemasan didesain agar dapat berdiri sendiri menambah nilai jual KRIB’S. Juga label yang memberikan info-info produk dapat menambah pengetahuan konsumen. Kemasan plastic yang membungkus makanan menjamin kualitas dan isinya. Disajikan dalam jumlah 100-150 gram membuat KRIB’S gampang untuk dibawa kemana-mana dan gampang untuk disimpan bila tidak habis sekali makan.

KRIB’S diluncurkan untuk menambah nilai jual produk. KRIB’S dapat menguntungkan kami juga Neng Herry sebagai supplier kami. Hal ini sesuai dengan moto dari AGRIFUTURE yaitu “good for us, fair for farmers”. KRIB’S diharapkan menjadi makanan yang enak dan tetap menjaga mutu sehingga aman untuk dikonsumsi sehingga menjadi produk favorit bagi konsumen. Let KRIB’S come make your day. Itulah slogan kami.

(Anggina Meitha)

 

2 responses to “BERITA LAB SISTEM

  1. redy

    11/10/2009 at 1:11 AM

    mantap..semoga SIM semakin berjaya😀

     
  2. Dadan Mochamad Ramdhani

    16/11/2010 at 10:20 PM

    Keren-keren..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: