RSS

Monthly Archives: October 2009

RINGKASAN BAHAN KULIAH MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKSI

 

BAB I PENGANTAR MANAJEMEN OPERASI

BAB 3 Manajemen Mutu Terpadu – kul

Perencanaan Produk

PANDUAN POM

 

 

BAHAN BACAAN MO : STANDAR MUTU

BAHAN BACAAN MANAJEMEN MUTU HASIL PERTANIAN

 

RINGKASAN BAHAN KULIAH MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKSI

Dwi Purnomo

 

 

 

1188235_management_2

Produksi

adalah penciptaan atau penambahan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.

Produk

adalah hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang dan jasa.

Produsen

adalah orang atau badan ataupun lembaga lain yang menghasilkan produk.

Produktivitas

adalah suatu perbandingan dari hasil kegiatan yang sesungguhnya dengan hasil kegiatan  yang seharusnya.

Luas Produksi

adalah kapasitas yang digunakan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dapat diukur dengan kapasitas mesin, penyerapan bahan baku, jumlah tenaga kerja, jumlah jam kerja, jumlah jam mesin dan unit keluaran.

Bill of Material

Adalah daftar dari seluruh bahan baku, bahan lain, onderdil dan komponen untuk memproduksi dalam perusahaan.

Job Lot Shop

adalah perusahaan yang akan berproduksi atau pesanan yang masuk dalam perusahaan.

Moss Production Shop

adalah perusahan-perusahaan yang berproduksi untuk persediaan atau untuk pasar. Produksi tidak konstan, kadang bertambah, kadang berkurang.

Luas Perusahaan

adalah kapasitas yang tersedia atau terpasang dalam suatu perusahaan.

Perencanaan

aadalah serangkaian keputusan yang diambil sekarang untuk dikerjakan pada waktu yang akan datang.

Faktor – Faktor Produksi :

1. Alam

2. Modal

3. Tenaga kerja

4. Teknologi

Proses Produksi

adalah cara atau metode untuk menciptakan atau menambah guna suatu barang atau jasa dengan memanfaatkan sumber yang ada.

Macam – Macam Wujud Proses Produksi :

  1. Proses kimia :

adalah proses produksi yang menggunakan sifat kimia.

  1. Proses perubahan bentuk :

adalah proses produksi dengan merubah bentuk.

  1. Proses asembling :

adalah proses produksi menggabungkan komponen-komponen mejadi produk akhir.

  1. Proses transportasi :

adalah proses produksi menciptakan perpindahan barang.

  1. Proses penciptaan jasa-jasa administrasi :

adalah proses produksi berupa penyiapan data informasi yang diperlukan.

Jenis – Jenis Proses Produksi :

  1. Proses produksi terus-menerus :

adalah proses produksi yang terdapar pola atau urutan yang pasti sejak dari  bahan baku sampai menjadi barang jadi.

  1. Proses produksi terputus-putus :

adalah proses produksi yang tidak terdapat urutan atau pola yang pasti sejak dari bahan baku sampai menjadi barang jadi.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Perencanaan sistem produksi Sistem pengendalian produksi Sistem informasi produksi
● Perencanaan produksi ● Pengendalian proses produksi ● Struktur organisasi
● Perencanaan lokasi produksi ● Pengendalian bahan baku ● Produksi atas dasar pesanan
● Perencanaan letak fasilitas produksi ● Pengendalian tenaga kerja ● Produksi untuk persediaan
● Perencanaan lingkungan kerja ● Pengendalian biaya produksi
● Perencanaan standar produksi ●Pengendalian kualitas pemeliharaan

Definisi Manajemen Produksi

  1. Oleh Agus Ahyari :

Merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.

  1. Oleh Sukanto :

Merupakan usaha mengelola dengan cara optimal terhadap faktor-faktor produksi atau sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang ada.

Tujuan Manajemen Produksi

Adalah memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa-jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Penelitian Produksi

Adalah penelitian tentang produk apa dan bagaimana yang disukai konsumen.

Pengembangan Produksi

Adalah penelitian terhadap produk yang telah ada untuk dikembangkan lebih lanjut agar mempunyai kegunaan yang lebih tinggi dan lebih disukai konsumen.

Liniear Programming

Adalah salah satu cara atau metode untuk menentukan kombinasi produksi yang paling optimal. Problem yang dapat diselesaikan terbatas pada problem yang mempunyai batasan liniear, serta mempunyai fungsi yang lancar.

Luas Produksi

Adalah jumlah atau volume output yang seharusnya diproduksi oleh suatu perusahaan dalam suatu periode.

Akibat Luas Produksi :

1. Luas produksi yang terlalu besar berakibat biaya yang besar dan investasi yang besar pula.

2. Luas produksi yang terlalu kecil berakibat tidak dapatnya perusahaan memenuhi permintaan pasar.

Luas Perusahaan Dapat Diukur Dengan :

1. Bahan dasar yang digunakan

2. Barang yang dihasilkan

3. Peralatan yang digunakan

4. Jumlah pegawai yang dipekerjakan

Hubungan Luas Produksi Dengan Biaya

1. Biaya variabel : adalah biaya yang berubah-ubah tergantung volume produksi.

a. Biaya variabrl progresif

b. Biaya variabel proporsional

c. Biaya variabel regresif

2. Biaya tetap : adalah biaya yang tidak terpengaruh dengan perubahan volume produksi.

3. Biaya persatuan : adalah biaya total dibagi jumlah barang yang diproduksi.

Semakin besar jumlah yang diproduksi maka biaya persatuan makin kecil, dan begitu sebaliknya.

Kendala Dalam Mencapai Luas Produksi Maksimal

1. Faktor tidak dapat dibagi-bagi alat produksi tahan lama

2. Berlakunya hukum hasil yang bertambah dan berkurang

3. Berlakunya hukum guna batas yang berkurang

Penentuan Luas Produksi

  1. Pendekatan konsep MC dan MR
  • Marginal cost adalah tambahan ongkos sebagai akibat dari adanya tambahan satuan produk.
  • Marginal revenue adalah tambahan penghasilan sebagai akibat tambahan satuan produk.
  1. Perbandingan antara besarnya tambahan biaya MC dengan tambahan penghasilan MR dapat membantu menentukan luas produksi yang paling menguntungkan.
  1. Pendekatan konsep BEP Dalam konsep ini terdapat hubungan volume produksi, biaya dan laba.
  1. Metode simplek

Adalah metode untuk menentukan kombinasi dua atau lebih barang yang dihasilkan perusahaan agar keuntungan maksimal.

Faktor – Faktor Yang Membatasi Luas Produksi

1. Kapasitas mesin

2. Bahan dasar

3. Uang kas yang tersedia

4.  Permintaan

Pola Produksi

Pola Produksi

adalah penentuan bagaimana kebijakan perusahaan untuk melayani penjualan.

Macam – Macam Pola Produksi

  1. Pola produksi konstan atai horizontal : adalah dimana jumlah yang diproduksi setiap periode tetap sama.
  2. Pola produksi bergelombang : adalah jumlah yang diproduksi setiap periode tidak sama mengikuti perubahan tingkat penjualan dalam perusahaan.
  3. Pola produksi moderat : adalah gelombang produksi tidak tajam, sehingga mendekati konstan.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pola Produksi

1. Pola penjualan

2. Pola biaya ;

a. biaya perputaran tenaga kerja

b. biaya simpan

c. biaya lembur

d. biaya subkontrak

3. Kapasitas maksimum fasilitas produksi.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Pabrik

Metode Pemilihan Lokasi Pabrik

  1. Metode kuantitatif :

adalah menilai secara kuantitatif baik buruknya suatu daerah untuk pabrik sehubungan dengan faktor-faktor yang terdapat didaerah tersebut, sehingga perusahaan dapat membandingkan keadaan daerah satu dengan daerah lain.

  1. Metode kualitatif :

adalah konsep biaya tetap dan biaya variabel dari lokasi yang berbeda dapat menciptakan hubungan antara biaya dan volume produksi yang berlaku bagi masing-masing lokasi.

  1. Metode transportasi :

adalah suatu alat untuk memecahkan masalah yang menyangkut pengiriman barang, dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Tujuan transportasi

adalah dari mana dan berapa jumlah yang harus didistribusikan pada masing-masing lokasi, sehingga biaya distribusi minimum.

Perencanaan Layout

adalah perencanaan dari kombinasi yang optimal antara fasilitas produksi serta semua peralatan dan fasilitas terlaksananya proses produksi.

Tujuan Pelaksanaan Layout

adalah untuk mendapatkan kombinasi yang paling optimal antara fasilitas-fasiltas produksi.

Layout Diperlukan Dalam Perusahaan Karena :

1. Adanya perubahan desain produk

2. Adanya produk baru

3. adanya perubahan volume permintaan

4. Lingkungan kerja yang tidak memuaskan

5. Fasilitas produksi yang ketinggalan jaman

6. Penghematan biaya

7. Adanya kecelakaan dalam proses produksi

8. Pemindahan lokasi pasar/konsentrasi terhadap pasar

Kriteria Penyusunan Layout :

1. Jarak angkut yang minimum

2. Penggunaan ruang yang efektif

3. Keselamatan barang-barang yang diangkut

4. Fleksibel

5. Kemungkinan ekspansi masa depan

6. Biaya diusahakan serendah mungkin

7. Aliran material yang baik

Langkah-Langkah Perencanaan Layout :

1. Melihat perencanaan produk yang menunjukkan fungsi-fungsi dimiliki produksi tersebut

2. Menentukan perlengkapan yang akan dibutuhkan dan memilih mesin-mesinnya.

3. Analisa dan keseimbangan urutan pekerjaan, flow casting dan penyusunan diagram blok daripada layout.

Klasifikasi Perencanaan Layout

1. Adanya perubahan-perubahan kecil dari layout yang ada

2. Adanya perubahan-perubahan fasilitas produksi yang baru

3. Merubah susunan layout karena adanya perubahan fasilitas produksi

4. Pembangunan pabrik baru

Macam – Macam Layout

  1. Produk layout

adalah berurutan sesuai dengan jalannya proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi.

  1. Proses layout

Adalah kesamaan proses atau kesamaan pekerjaan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan dan ditempatkan dalam ruang tertentu.

  1. Fixed position (layout kelompok)

Adalah susunan komponen untuk proses produksi diletakkan didekat tempat proses produksi dilaksanakan.

  1. Material handling

Adalah ilmu untuk memindahkan, membungkus dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk.

 

 

 
7 Comments

Posted by on 18/10/2009 in MANAJEMEN OPERASI

 

Meningkatkan Nilai Tambah Melalui Agroindustri

Meningkatkan Nilai Tambah Agroindustri

 

Malaysia Mengklaim Kuliner Indonesia

Setelah Mengakui Seni Budaya
Malaysia Mengklaim Kuliner Indonesia

oleh : Dwi Purnomo

makanan indonesiaKonflik Indonesia dan Malaysia yang semakin run-cing dewasa ini atas klaim produk kebudayaan, terutama di bidang seni semakin mencuat. Hal ini tentunya sangat melukai hati seluruh bangsa Indonesia.

Klaim atas produk kebudayaan yang terlihat sekarang ini, layaknya dapat dikatakan sebagai fenomena gunung es, karena ternyata pada tatanan yang lebih luas terdapat produk kebudayaan Indonesia, yang akan jauh lebih mengejutkan luput dari perhatian masyarakat, yakni produk kuliner khas Indonesia yang juga turut diklaim Malaysia.

Produk kuliner berperan penting dalam industri pariwisata, sama kedudukannya dengan objek wisata, atraksi budaya, dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya.

Berkaitan dengan gencarnya geliat industri dan promosi pariwisata Malaysia dan upaya pencitraan negaranya di tingkat internasional, kuliner menjadi bagian yang sangat penting untuk dikedepankan. Kuliner yang terpilih tentunya harus beragam dan memiliki nilai etnis serta cita rasa tinggi. Namun, yang menjadi permasalahannya kuliner yang diklaim sebagai produk khas Malaysia ini perlu dipertanyakan ke-khasannya, apakah kuliner tersebut benar-benar otentik asli Malaysia atau mencaploknya dari negara lain yang kaya akan produk kulinernya?

**

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan produk kuliner khas yang sangat beragam dan termasuk yang terkaya di dunia. Berbagai jenis makanan dan minuman tradisional pun tersedia dengan cita rasa khas yang tidak dapat dijumpai di belahan dunia mana pun. Namun, tampaknya hal ini juga memancing negeri jiran tersebut untuk dapat menguasai produk kuliner di Indonesia.

Gelagat Malaysia dalam upaya klaimnya terhadap kuliner Indonesia sudah lama dilakukan dengan mengintai produk-produk khas Indonesia, untuk dijadikan produk kuliner etniknya. Hal itu didasari dengan mengungkapkan argumen bahwa kedekatan geografis dan rumpun bangsa yang sama menyebabkan banyak kuliner Malaysia yang mirip dengan Indonesia, karena kedua negara ini mendapat pengaruh yang sama, yakni dari Cina dan India seperti yang terjadi pada kuliner gado-gado, atau yang saat ini yang diketahui khalayak ramai adalah rendang Sumatra Barat, yang kaya akan bumbu rempah sudah diklaim sebagai kuliner asal Malaysia.

Tidak hanya rendang, tetapi beragam produk kuliner lain khas Indonesia sudah dikemas dengan standar internasional dengan label “Buatan Malaysia” di luarnya. Bahkan, pada kemasannya Malaysia tidak ragu-ragu mencantumkan nama yang sangat berbau Indonesia pada kemasannya. Produk-produk yang sudah dikembangkan antara lain mi kocok, otak-otak, rendang daging, laksa, rempeyek, berbagai produk jamu dan rempah-rempah, tauco, ketupat, lontong, gado-gado, sambal, pecel, soto, sate, cendol, bimpang, serundeng, dan banyak lagi produk-produk kuliner tradisional Indonsesia lainnya.

Bahkan, dalam beberapa produk kulinernya, Malaysia tidak segan-segan menggunalan kata-kata yang sangat identik dengan Indonesia sebagai selling point-nya, seperti “Bandung” dalam Mie Muar Bandung, dan “Bali” dalam teh Bali, serta banyak produk lainnya.

Produk-produk yang dikemukakan di atas, tidak semata-mata diproduksi untuk kebutuhan dalam negeri saja, tetapi sudah diproduksi masal dengan standar internasional dan berhasil digiring untuk menjadi komoditas ekspor andalan Malaysia ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia, sehingga tidak heran saat ini banyak produk kuliner Malaysia dapat negara-negara Eropa atau pun di supermarket-supermarket di Indonesia.

Hal lain dalam komoditas kuliner yang dikembangkan Malaysia yang juga mengundang keprihatinan adalah gencarnya promosi internasional Malaysia yang memosisikan negaranya, sebagai pusat rempah dunia. Hal ini menjadi strategis baginya, bukan hanya karena rempah-rempah menjadi unsur terpenting dalam pembentukan cita rasa kuliner, tetapi juga menjadi bagian strategi jangka panjangnya membangun industri rempah-rempah tingkat dunia.

Untuk kepentingan industri dan promosinya ini, Malaysia tidak segan-segan memelintir sejarah perkembangan rempah-rempah ratusan tahun yang lalu, dengan mengeliminasi Indonesia sebagai pusat rempah dunia. Malaysia juga mencitrakan dirinya sebagai pusat rempah dunia sejak ratusan tahun yang lalu, yang kemudian diekspos di media massa internasional sebagai bagian dari program pencitraan pariwisatanya.

**

Klaim yang terjadi atas kuliner Indonesia tersebut mungkin bukan semata-mata kesalahan Malaysia, melainkan kesalahan Indonesia sendiri. Malaysia kini mengembangkan kebijakan yang konsisten dan fokus pada paket-paket kebijakan serta berbagai strategi unik, yang dilakukan pemerintah dan didukung perusahaan-perusahaan negara, pihak perbankan dan pengusaha swasta. Mereka bersama-sama mendorong usaha besar dan kecil untuk memproduksi beragam produk kuliner yang berstandar internasional untuk mendukung industri pertanian dan pariwisatanya.

Untuk menguatkan komoditas berbasis kuliner ini, Malaysia memberikan bantuan yang disalurkan bagi wirausaha yang mengusahakan produk halal berupa bantuan keuangan khusus, kelonggaran pajak investasi 100 persen selama lima tahun, bantuan perencanaan dan pengembangan produk hingga pengembangan bisnis, pengawasan ketat melalui sertifikasi halal hingga perhatian khusus pada pengembangan paten yang menyangkut standar kualitas, proses produksi, penciptaan produk hingga standar-standar produk halal.

Upaya-upaya tersebut di atas diikuti dengan mengembangkan pasar dan promosi merek yang dianggap serius sebagai investasi strategis dalam menjamin keberlangsungan pasarnya. Bagaimana dengan nasib kuliner Indonesia selanjutnya? (Dwi Purnomo, Dosen Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian Universitas Padjadjaran, mahasiswa Program Doktor TIP IPB)***

 
Leave a comment

Posted by on 06/10/2009 in MAKALAH

 

Tags: , , ,

BAHAN KULIAH SISTEM INFORMASI BISNIS

Silahkan download materi kuliah dibawah ini:

  1. SISTEM INFORMASI BISNIS I
  2. SISTEM INFORMASI BISNIS II – PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI
 
6 Comments

Posted by on 06/10/2009 in SISTEM INFORMASI BISNIS

 

Tags: , ,

BAHAN BACAAN MANAJEMEN OPERASI : SUPPLY CHAIN SUSU

RIGHT CLICK TO DOWNLOAD SUPPLY CHAIN SUSU FLORIDA

 
Leave a comment

Posted by on 06/10/2009 in MANAJEMEN OPERASI

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.